Makassar Half Marathon, Menjajal Kota Pinggir Pantai

Makassar Half Marathon (Official Photo : by organized)

Siapa sih yang nggak kenal sama kelezatan sop konro? Yap, makanan khas dari Sulawesi ini emang bikin nagih, terbukti gue lahap dengan nikmat saat menjajal Kota Makassar beberapa hari yang lalu. Kebetulan banget, di tahun ini gue juga berkesempatan lelarian di kota ini yang bertajuk “Makassar Half Marathon”. Event tahunan ini di selenggarakan dalam rangka ulang tahun Bosowa yang bekerja sama dengan pemerintah Kota Makassar untuk menjaring wisatawan domestik maupun internasional untuk dapat merasakan lelarian di kota yang memiliki landmark terkenal Pantai Losari 

Jalan – Jalan Sejenak (Pra Race)
 
Setiba di Makassar, gue langsung melipir ke Menara Bosowa untuk ambil kelengkapan lomba yang di selenggarakan oleh pihak penyelenggara. Walaupun, gue sampe lebih cepat 30 menit sebelum open gate, tapi disana sudah mulai berdatangan peserta lain dari luar kota Makassar, jadi gue nggak sendirian, hehe. Racepack collection pun sangat cepat dan nggak lebih dari 10 menit gue udah keluar dari Menara Bosowa.
 
Cuaca yang cukup terik kala itu, buat gue laper. Ya udah kali ya, sekalian carbo loading dan cari makanan khas yang enak-enak, ketemulah Sop Konro. Harga yang amat terjangkau 20.000 / porsi udah bikin gue kenyang. Setelah kenyang dan check in hotel, lanjut dengan jalan-jalan yang kali ini di komandoi oleh tukang becak yang menurut gue baik banget. Doi menawarkan jasa keliling Kota dengan harga terjangkau dan mau nunggu gue menjajal setiap destinasinya. Abang becak ini pertama ajak gue ke kawasan Pantai Losari. Cuaca sore emang timing yang pas selain nggak terik, angin pantainya pun bikin gue betah berlama-lama sambil nge-galau di pinggir pantai.
 
Landscape pinggir Pantai Losari (Dok. Pribadi)
Setelah puas dan ber-selfie ria, gue juga nggak ketinggalan nyobain dessert  favorit khas makassar, es pisang ijo. Sajian es pisang ijo ini juga cukup puas, porsi yang banyak dan rasanya yanag pas bikin gue bakal mau cobain es ini lagi ketika mampir ke sini lagi. Habis ngemil ganteng, abang becak ini ajak gue ke destinasi berikutnya yaitu Benteng Rotterdam. Benteng tua peninggalan penjajah dulu ini ternyata cukup ramai di kunjungi oleh masyarakat. Selain gratis untuk masuk sini, banyak juga komunitas pelajar bahkan wisatawan untuk berfoto-foto ria di arena ini. Berhubung udah maghrib, balik ke hotel untuk istirahat dan siap berlari di race esok paginya.
 
Saatnya Lari  (On Race)
 
Untungnya handphone gue otomatis menyesuaikan waktu dimana gue berada, yap waktu makassar 1 jam lebih cepat di banding Jakarta. Jadi, nggak ada kata terlambat. Setelah mandi dan shubuhan, cuss menuju arena. Jarak antara hotel dan lokasi race sangat dekat, jadi cukup jalan dan nyambi untuk pemanasan. Peserta mulai berdatangan dan siap untuk ambil posisi dititik start-nya masing-masing sesuai kategori yang di pilih.

Penyelanggara mengeksekusi acara tepat waktu dengan di tandai flag-off yang dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan dan Walikota Makassar. Peserta kategori 21 KM mulai lari duluan termasuk gue.
Sesuai rule lomba, peserta di sajikan penyelenggara hydration point di setiap 2,5 KM nya dan di beberapa titik penyelenggara pun menyiapkan sajian pertunjukan budaya, mungkin agar peserta semakin semangat untuk larinya ya, hehe.

Track di Makassar Half Marathon ini menyajikan view Kota Makassar, lari sepanjang 21 KM bagi gue yang baru pertama kali kesini nggak ngebosenin, yang paling nggak di lupain antusias masyarakat Kota Makassar yang nonton dan ngasih semangat buat seluruh peserta. Momen ini ada, pas gue di KM 18 tepatnya di kawasan Pantai Losari, bahkan ada yang menjulurkan tangannya buat tos sama gue, walaupun di titik ini kaki gue keram dahsyat. Untungnya tim medis stand by dan gue langsung minta pertolongan pertama buat semprotin pain killer di kaki kanan yang tiba-tiba kaku. Selang rehat 5 menit, kaki udah enakan dan mulai lari kecil dan menyelesaikan 3 KM lagi. 





Pose finish ganteng (dok. pribadi)
Lari sambil jalan dan lihat penampakan stadion karebosi rasanya seneng banget, ya, garis finish udah di depan mata. Well, akhirnya finish dan penyelenggara menamatkan medali di leher gue dengan bentuk hati dan warna gold yang unik. Terima kasih Makassar.

0 Response to "Makassar Half Marathon, Menjajal Kota Pinggir Pantai "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel