Bertandang ke Islamic Cultural Center


Hari yang cerah rasanya ingin sekali belajar banyak ilmu dan menambah pengetahuan tentang segala hal yang ada di bumi ini. Satu hobi saya adalah baca buku dan berniat hari itu mengunjungi perpustakaan. Satu lokasi perpustakaan yang membuat saya tertarik ingin datang dan ingin tahu mengenai kegiatan disana akhirnya berkunjunglah ke Islamic Cultural Center. Lokasi ini tepat berada di Bilangan Pejaten dan tidak jauh dengan kantor redaksi Republika.


Awalnya, saya tertarik berkunjung kesini karena melihat papan nama gedung yang menyediakan berbagai fasilitas umum seperti perpusatakaan. Pertama masuk area gedung,sistem keamananya di lengkapi berbagai perangkat CCTV di segala pojok area dan tanya petugas untuk minta arah ke area perpustakaan. Sampailah ke area perpustakaan yang sepertinya di lengkapi dengan koleksi ribuan buku di dalamnya yang terbagi dua sisi referensi dalam bahasa indonesia dan sisi lainnya referensi dalam bahasa asing. Saya coba iseng googling salah satu pengarangnya, ternyata salah satu buku yang saya pegang penulisnya adalah ulama syiah dunia. Saya coba mengelilingi sudut lain dan memang banyak ditemui berbagai referensi kaidah islam dan berbagai buku tentang paham syiah.

Sumber gambar : www.icc-jakarta.com


Akhirnya, saya pun tanya ke petugas perpustakaannya dengan dalih “Mba, disini ada kegiatan apa aja ya kalau boleh tau?” beliau pun menjawab “oh..disini banyak kegiatannya ada kajian, forum, dan belajar bahasa juga ada, coba mas nya langsung ke front office yang ada di atas untuk lebih tahu detailnya” saya pun tanya lagi, “kalau ICC Jakarta ini udah lama ya mba? Kalau boleh tahu siapa yang mendirikan?” beliau pun jawab lagi, “Kalau ICC ini udah lama mas programnya, disini udah dari 2003 sebelumnya berkantor di tebet dan kedutaan Iran dan ini memang program resmi dari Kedutaan Iran” pas bilang Iran, saya pun bergumam dalam hati “oh..walah masuk markas syiah” tapi nggak apa-apa karena ingin tahu informasi aja dari sudut pandang mereka.

Saya pun ke lantai lobbydan ngobrol agak lama dengan petugasnya, ya memang di akui ICC Jakarta ini adalah salah satu program yang dibuat oleh Kedutaan Iran di Indonesia. Di depan lobby, ada ornamen unik berbentang kain hitam dengan tulisan arab, sekilas terbaca 12 nama dalam bahasa arab yang ternyata adalah 12 imam sebagai simbolis karena mereka memperingati hari assyura. Secara kegiatan, beberapa ulama yang cukup di kenal publik juga sering memberi materi kajian di ICC ini, apakah mereka tergolong kelompok syiah atau bukan itu “out off record”. Memang ada perbedaan budaya dan akidah yang mereka lakukan, dan tentunya saya tidak akan tertarik mengkuti lebih lanjut dan sekedar ingin menambah keingintahuan saja. Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing, keimanan dan kepercayaan kitalah yang menentukan. Ikuti kata hati dan ikuti semua petunjuk kehidupan yang sudah di anugerahkan kepada kita, Al-qur’an dan Al-hadist.

12 Responses to "Bertandang ke Islamic Cultural Center"

  1. Yah kok gak ada cerita pas di dalam perpusatakaannya deh. Padahal seru tuh kayaknya. Dan guess what? gue baru tahu ada kantor Republika di Pejaten. Hehehe. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, perpustakaanya seperti umumnya kok. tapi banyak buku2 kaidah islam menurut syiah dan ada beberapa ilmu umum juga.

      Delete
  2. Saya pernah bekerja di REPUBLIKA selama 4 tahun lebih. Dan guess what? Selama itu tidak pernah sekalipun media ini melakukan liputan ataupun mengangkat berita tentang ICC, walaupun lokasi keduanya sangat berdekatan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, begitulah kang ahmet. mungkin banyak orang yang tidak mengira ya. media islam bisa angkat lebih jauh tentang keberadaan ICC Jakarta.

      Delete
  3. Kalau hanya sekilas berkunjung kayaknya belum bisa menjadi penilaian utuh, jadi ada baiknya lebih mendalam agar benar-2 tahu kenapa sih jarang diliput ama Republika, dan jangan khawatir dengan syiah, kalau memang Iman anda kuat dan logika berpikir anda tajam pastilah tidak akan terpengaruh, Dan perlu juga dicari tahu mengapa orang2 yang bergelar professor tenang2 saja ketika bertandang ke "markas Syiah" untuk ceramah?, dan perlu kita ketahui bahwa Republika adalah media buatan manusia juga, dan apa yang diberitakan juga perlu verifikasi, sama dengan media berita yang lainnya, hanya berdoa dan berharap kebenaran semoga apa2 yang dipersepsikan salah mendapatkan petunjuk...Aamiin..

    Salam kenal
    Daeng Naba

    ReplyDelete
  4. o ya...kalau mau tahu tentang Syiah tanpa perlu khawatir tersesat, silahkan di kunjungi web ini...insyaAllah di dalamnya tidak ada makian, pelaknatan, ajaran mut'ah apalagi ajaran2 yang berdarah2 atau melukai diri sendiri...,

    www.kajiansyiah.com

    terimakasih, semoga keberkahan senantiasa melimpah..

    ReplyDelete
  5. salam, saya admin perpustakaan icc jakarta, begitu sempit dunia jika kita hanya memiliki pemahaman yang tidak jelas, kenapa dengan iran??? kenapa dg syi'ah, kenapa ribut dg iran dan syi'ah? icc jakarta memang didirikan oleh iran, yg didirikan itu bukan tempat maksiat, tempat mencari ilmu, apa masalahnya??? apa karna berbeda dg yg kalian anut??? syi'ah jg islam, solat puasa zakat dan ibadah2 lainnya di jalankan sesuai aturan hukum islam,
    Apa salahnya dg asyura??? ketika orang yg kalian cintai di bunuh, di hinakan, apa kalian akan tinggal diam. pasti kalian jg tidak akan tinggal diam, begitu cara syi'ah menyikapi perlakuan yazid bin muawiyah kepada cucunda nabi besar muhammad saw yg di bunuh. kalian mengaku mencintai nabi, tp ketika di tanya kenal tidak dg cucu nabi, ko bisa keluarga nabi g ada satu orang pun yg menguasai islam di dunia. pdhal yg mengajarkan islam itu nabi muhammad dan keluarganya, pernah g sih kalian tanya begitu ke diri kalian sendiri??? masih ada g sih keturunan langsung dr nabi?? habaib memang keturunan nabi, tp habaib itu sudah jauh dr zaman nabi, 12 orang yg di bicarain di atas itu keturunan nabi langsung, karna nabi tidak meninggalkan umatnya tanpa petunjuk, siapa yg lebih memahami hukum kalau bukan keluarga nabi (ahlul bait),makanya syi'ah mengikuti 12 imam keturunan nabi muhammad dari jalur sayidah fatimah dan imam ali ra. yakni hasan dan husain, nah imam husain ini yg di peringati wafatnya setiap asyura, karna memang bertepatan dg bulan asyura.
    buku-buku yang ada di icc itu buku2 umum, dari bahasa indonesia, arab, inggris, farsi, jepang, cina, portugis, spanyol, jd bukan hanya buku2 kaidah syiah, tp sadar g sih??? siapa bapak ilmu ekonomi islam??? ada yg tahu??? bukunya di pakai di penjuru dunia, penulisnya orang syi'ah dari iran jg,
    ada yg tahu bapak ilmu filsafat islam??? di akui di seluruh dunia, dia orang syi'ah jg, dari iran jg.
    banyak bgt yg kita g tahu bahkan kita g sadar, kalau qt mempergunakan ilmu yg di buat di buku2 best seller yg penulisnya orang2 syi'ah dari iran. makanya silahkan berkunjung ke perpustakaan islamic cultural center jakarta.
    untuk yg pny blog, harap datang secepatnya ke perpustakaan islamic cultural center, karna anda telah memposting tanpa meminta izin terlebih dahulu.
    wasalam

    ReplyDelete
    Replies
    1. syiah islam ? jangan ngaco mba . syiah bukan islam ! halal bagi orang syiah membunuh sunni. syiah itu bahaya !

      Delete
  6. Aku pernah ikut doa malam 19 21 23 rahmadhan. Rame banget, gak ada tuh fitnah2an yg dimedia sosial

    ReplyDelete
  7. Saya tahun 2008 - 2009 sering meliput di icc.seringkali saya dibujuk utk masuk keajaran ini. Waktu itu saya blm begitu faham ttng syiah. Tapi sekarang saya baru tau kalo ajaran syiah itu menyimpang dari islam. Tetap mnurut saya syiah bukan islam....

    ReplyDelete
  8. syiah bukan dari islam, syiah berasal dari seorang yahudi abdullah bin saba' yang pura-pura masuk islam.
    Dan kenyataannya dulu dan sekarang, dan akan datang syiah didunia emang jauh dri ajaran islam.
    kalian mencaci maki sahabat nabi yang mulia, abu bakar, umar, utsman, dan istri-istri nabi, dan itu tersebar videonya yang diucapkan dri tokoh-tokoh syiah di iran.
    udahlah jangan sok menutup-nutupi borokan kalian wahai rofidoh. MUI pun sudah memfatwakan sesat untuk kalian.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel