Madre : Galau Antara Laut dan Adonan

sumber : muvila.com
Untuk yang ketiga kalinya cerita populer karya 'Dee' kembali difilmkan. Yap, gue anggap belakangan ini adalah tahunnya film 'Dee', setelah sukses dengan Perahu Kertas yang dibagi ke dalam dua partisi, lalu Rectoverso film omnibus yang terdiri dari berbagai cerita di dalam satu film dan bulan ini kembali dirilis film yang mempunyai judul yang sama dengan novelnya, Madre. 

Menurut sutradara Benni Setiawan, Dee telah menyerahkan semua ceritanya untuk digarap olehnya. Sutradara yang pernah menyambet gelar sutradara terbaik pada ajang Festival Film Indonesia beberapa tahun yang lalu pun mengakui adanya penambahan dan perubahan cerita yang ia lakukan. Penasaran seperti apa cerita film ini, simak sedikit yuks.

Cerita
Vino G. Bastian (Tansen) datang ke sebuah toko roti tua "Tan De Baker" yang sudah lama tidak buka lagi. Sejak meninggal sang kakek toko roti ini tidak berpenghuni. Tansen datang kembali ke toko tersebut dengan membawa sebuah kunci yang ternyata adalah kunci kulkas yang berisi warisan berupa biang roti yang bernama "Madre"

Karena doi merupakan surfer, ia tak menyakini bahwa beralih dan menekuni di bidang penjualan roti bukan passion nya, lantaran keseharian yang terbiasa dilaut tiba-tiba dihadapkan dengan tumpukkan adonan roti. Galau bukan kepalang, hampir saja warisannya ia  jual kepada Laura Basuki (Mei), namun Didi Petet (Pak Hadi) tidak mensupportnya. Pertemuan Mei dan Tansen menjadi awal lahirnya "Tan De Baker" kembali.


Karakter
Pemilihan Laura Basuki dan Vino G. Bastian untuk memerankan tokoh sentral di film ini cukup pas. Perawakan tokoh Mei sangat cocok diperankan Laura yang menjadi pengusaha roti terkenal. Pemilihan Vino pun dirasa cocok, karena posturnya yang sesuai dengan seorang surfer. Di film ini, aktor senior Didi Petet pun ikut bermain. Sangat jarang ditemui di film Indonesia sekarang ini yang diperankan olehnya. Saat gue tanya kepada kang Benni, Ia mengajak Didi petet memang sudah menyiapakan cerita yang  dibuatnya khusus untuk aktor senior tersebut. 

Setting 
Toko roti jadul sangat berhasil di visualisasikan di film ini. Satu yang paling saya gemari adalah model perapian untuk memanggang roti, jadul tapi modern karena dilengkapi dengan alarm ^.^

Scoring
Film ini bagi gue kurang ngena mencapai titik klimaks / konfilk cerita. Sangat datar apalagi ending cerita di film ini kurang greget.

Pemain lawas menghibur !
Sisi jenaka film ini pun dihiasi oleh 3 wanita dan 1 pria yang usianya bisa dibilang sudah uzur, mereka berperan sebagai pegawai setia "Tan De Baker". Mereka mampu memberikan rasa gurih di film ini

Soundtrack yang oke banget !
Bagi galauers pasti tau banget dengan lagu Afgan 'Jodoh Pasti Bertemu', yap itu adalah soundtrack resmi film Madre. Bgai gue soundtrack ini nolong promosi film loh, karena gue pun penasaran dengan film nya karena udah denger duluan soundtracknya ^.^. 

Kabar baik bagi penggenar novel andrea hirata, film sekuel ketiga laskar pelangi "Endensor" akan segera di garap tahun ini oleh Benni Setiawan loh. Konon, kabarnya 80% setting filmnya berada di Paris, wow. Mohon doa dan dukungannya yang sekarang masih dalam proses cast. 

Bagi kalian yang penasaran dengan film 'Madre' tunggu tayang perdananya pada tanggal 28 Maret 2013.

Trailer resmi film "Madre"


0 Response to "Madre : Galau Antara Laut dan Adonan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel