Belenggu, Film Thiller Terbaru Falcon Pictures

sumber : www.21cineplex.com
Finally, beberapa hari yang lalu (22/2) akhirnya gue dapat kesempatan lagi untuk bisa menyakiskan pemutaran perdana film terbaru dari rumah produksi Falcon Pictures. Film yang bergenre Thiller ini, perdana alias pertama kalinya disutradarai oleh Upi setelah penantiannya selama 8 tahun. " Iya karena genre film ini menjadi impian saya sejak SMP dan akhirnya semua terbayar sudah" Ungkapnya dengan bangga.

Sekedar informasi, film ini cukup membanggakan Indonesia loh, lantaran film ini satu-satunya film Indonesia yang terpilih untuk diputar di 2 festival film bertaraf internasional, yaitu di festival film fantastis internasional Puchon dan Brussless. 

Genre Thiller, identik dengan pembrutalan yang didukung dengan efek fantastis. Umunya efek-efek yang disajikan divisualisasikan dengan sadis dan penuh darah. Penasaran seperti apa ulasannya? yuk, simak sedikit 

Cerita 
Wabah ketakutan mulai melanda suatu kota kecil setelah peristiwa pembunuhan berantai terjadi secara misterius dan pelakunya masih berkeliaran bebas di daerah tersebut. Sejak saat itulah, semua orang mulai saling mencurigai satu sama lain. Elang (Abimana) selaku salah satu penduduk dilingkungan tersebut seringkali di hantui oleh gambaran buruk tentang pembunuhan aneh dimana pelakunnya selalu menggunakan kostum kelinci. Elang yang tertutup dan pendiam ini merasa, sosok berkostum kelinci itulah pelaku dari semua pembunuhan. Penonton perlu dikuras pikirannya untuk memahami isi cerita, karena alur yang digunakan agak sedikit membingungkan bagi orang awam. Tapi, suka dengan ending ceritanya yang tidak menggantung dan membuat penonton bergumam "Oh..gitu ceritanya!"

Scene, Visualisasi, Peran
Frame yang cukup baik, bersetting di sebuah apartemen kecil yang berciri klasik dan horor. Menarik  settingan ini bisa dibuat dan sangat jarang ditemukkan di film-film yang pernah dibuat oleh sineas Indonesia. Kesan Thiller nya cukup ngena, karena ada beberapa efek yang terlihat potongan tangan palsu. Efek darah dan muncratannya sangat rapih memberikan kesan dan hawa yang menegangkan.Sayangnya backsound film kurang greget yang mestinya mendukung cerita film supaya lebih menegangkan. Di film ini pun, cukup mendominasi simbol keagamaan, tapi ada beberapa scene yang sangat dikhawatirkan akan memunculkan kontraversi seperti saat Jingga pelacur licik yang menyamar sebagai biarawati yang sangat nampak jelas mencerminkan prilaku buruk (merokok).

Belenggu ini diperankan beberapa pemain seperti Immelda Therinne (Jingga), Abimana Aryasatya (Elang), Laudya Cintya Bella (Djennar), dan beberapa pemain senior seperti Jajang C. Noer. Pemeran utama sebagai karaker Elang, Abimana cukup baik mengekspresikan dirinya sebagai pria yang ter'belenggu'. Karakter Jingga pun sangat baik diperankan dan berhasil membawa karakter pelacur licik. Berbeda dengan Laudya Cynthia Bella atau biasa disapa dengan Bella yang berperan sebagai Djennar. Di film ini, Bella tampak kaku dan tidak mengeksplor aktingnya atau mungkin memang karakter Djennar seperti itu, entahlah -_-

Lagu lama jadi soundtrack 
Mungkin bagi orang tua kita, lagu ini merupakan lagu hits di jamannya. Lagu yang pernah dipopulerkan Bimbo (grup vokal era dulu) dengan judul Flamboyan menjadi soundtrack film ini. Namun, tentunya tidak mendayu-dayu sepeti yang dinyayikan Bimbo. Lagu ini diaransemen ulang menjadi lagu Rock yang dibawakan oleh grup band 'The Fly' dengan judul yang sama "Flamboyan". Sangat suka dengan soundtracknya, enjoy for listening ^.^.  

Bagi yang penasaran pengen nonton, baru bisa disaksikan di seluruh bioskop pada tanggal 28 Februari 2013. Film ini tidak dianjurkan ditonton oleh anak-anak ya, Happy watching guys !

Score : 6 / 10

Trailer film 'Belenggu' sudah bisa disaksikan loh !


2 Responses to "Belenggu, Film Thiller Terbaru Falcon Pictures"

  1. ki setiap baca di artikel blog riki selalu muncul gini "username and password are being requested by http://scriptabufarhan.googlecode.com. The site says: "Google Code Subversion Repository"

    ReplyDelete
  2. Itu kayanya pas lagi gangguan jar, sekarang udah nggak qo :)

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel